Teknologi precast beton yang mengarah pada industrialisasi, di mana produk dihasilkan dengan produksi massal dan bersifat pengulangan dimaksudkan untuk mengurangi biaya konstruksi yang mahal pada pola konstruksi tradisional.

Salah satu material yang digunakan dalam teknologi pracetak adalah beton, yang dapat berupa komponen struktural seperti unit tangga, balok, kolom, kerbs, kolom lampu, bantalan rel kereta api, konsol, plat lantai, plat atap, penutup dinding, dan lain-lain.

Produksi dari komponen-komponen ini dapat dilaksanakan di lokasi lingkungan pabrik yang kemudian dikirim ke lokasi proyek. Namun apabila produksi dalam jumlah besar atau ada pertimbangan lain, maka produksi dapat dilaksanakan di lingkungan lokasi proyek. Pemadatan dapat dilaksanakan dengan lebih efisien.

Secara umum produk dari precast beton dapat dikategorikan menjadi lima kelompok, yaitu:

  1. Komponen-komponen untuk kepentingan arsitektur yang bersifat ornamen.
  2. Komponen beton untuk lalu-lintas, paving, kerbs.
  3. Komponen-komponen struktur yang mendukung beban, seperti tiang, balok. kolom, bantalan rel, pipa, plat lantai.
  4. Komponen penutup atap & dinding yang harus kedap air dan tahan terhadap cuaca.
  5. Bata beton

Mengapa Precast Beton?

Dalam pabrik komponen precast beton, tenaga yang digunakan adalah tenaga kasar yang dididik agar dapat mengoperasikan mesin-mesin yang digunakan untuk proses produksi sehingga upah yang diterima oleh pekerja adalah upah tenaga kasar.

Dengan mengaplikasikan teknologi precast beton dengan waktu pembangunan lebih singkat, maka dengan sendirinya akan mengurangi pemakaian jumlah tenaga kerja di lokasi proyek.

Salah satu karakteristik tenaga kerja lapangan adalah harus mempunyai ketrampilan tertentu sehingga upah yang diterimanya lebih besar dibanding tenaga kasar di pabrik (dengan produk sejenis).

Keunggulan utama yang langsung terlihat dari penggunaan beton pracetak adalah mutu pekerjaan yang menjadi lebih baik, seragam, dan cepat.

Kendala Pracetak

Dalam pengaplikasiaan metode precast beton, kunci keberhasilan pelaksanaannya sedikit banyak dipengaruhi oleh aspek manajemen. Akibat berbagai faktor yang berpengaruh dalam penggunaan precast beton, maka sangat mungkin bahwa penerapan teknologi ini belum memberikan hasil yang terbaik.

Beberapa faktor dari aspek manajemen yang harus diperhatikan adalah:

1)  Teknologi
Permasalahan utama dalam pengaplikasian metode ini adalah penggabungan antara komponen satu dengan yang lain sehingga keutuhan struktur dapat dicapai.

Hal ini berbeda dengan metode in-situ yang secara umum sudah sangat dikenal dan dikuasai.

2)  Bahan
Kebutuhan bahan untuk mendukung pembuatan komponen-komponen beton pracetak sedemikian rupa sehingga dapat dihasilkan berat komponen yang ringan (misal beton ringan), tetapi tetap memenuhi persyaratan teknis yang lain.

3)  Sumber Daya Manusia
Penggunaan metode yang baru tentu membutuhkan sumberdaya yang mampu merancang dan melaksanakannya.

Kemampuan ini dapat diperoleh dengan ikut serta secara aktif dalam kegiatan-kegiatan yang berkaitan dengan pengembangan/pelaksanaan teknologi beton pracetak.

Faktor pengalaman sangat menentukan pelaksanaan dan pengembangan metode ini.

4)  Perencanaan
Pada tahap perencanaan, hal yang harus diperhatikan adalah usaha untuk mendapatkan berat komponen yang ringan tanpa mengurangi syarat-syarat teknis.

Selain itu bentuk komponen dan khususnya bagian sambungan menjadi sangat penting artinya. Hal ini dimaksudkan untuk mempermudah transportasi dan instalasi. Pelaksanaan pemasangan komponen-komponen di lapangan mampu mereduksi dan mempermudah pengendalian biaya dan jadwal pekerjaan.

5)  Logistik

Pada tahap pengadaan material dibutuhkan volume material yang besar sehingga biaya yang harus disediakan juga besar.

6)  Produksi

Produksi merupakan peran mutlak pabrikator. Sepanjang tidak ada halangan yang berkaitan dengan logistik maka masalah yang muncul biasanya menyangkut hal-hal teknis, yang dengan menyerahkan pekerjaan tersebut kepada pabrikator yang profesional maka hanrbatan teknis tersebut akan dapat diredam.

Hal penting dalam faktor produksi adalah penentuan prioritas jenis komponen yang harus lebih dahulu dipabrikasi. Untuk itu dibutuhkan koordinasi yang baik antara pabrikator dan instalator.

Di bagian lain, area produksi harus tertata dengan baik, mulai dari tempat penumpukan material dasar hingga proses pengecoran serta penyimpanan komponen beton pracetak.

Konsekuensi dari hal tersebut adalah diperlukannya lahan kerja yang sangat luas sebagai tempat penumpukan bahan dan komponen beton pracetak yang diproduksi dalam ukuran dan kuantitas yang besar.

7)  Pengangkutan dan Distribusi

Pengertian pengangkutan adalah memindahkan komponen beton pracetak dan lokasi pabrikasi ke lokasi proyek. Sedangkan pengertian distribusi adalah pemindahan komponen beton pracetak dari penyim-panan di lokasi proyek ke posisi di mana komponen tersebut akan ditempatkan sebagai bagian dari bangunan.

Tanggung jawab pabrikator adalah pada proses pengangkutan sedangkan proses distribusi merupakan tanggung jawab instalator.

Alat pendukung yang menjadi standar untuk pelaksanaan pekerjaan ini mencakup portal crane, truk bak terbuka, forklift, yang harus dimiliki untuk keperluan bongkar muat dan mobilisasi komponen dari area pabrikasi ke lokasi proyek.

8)  Instalasi dan Perbaikan

Kecepatan dan kemudahan instalasi komponen merupakan bukti bahwa sistem telah terencana dan bekerja seperti seharusnya. Kembali kepada tujuan penggunaan metode ini, yang berintikan efisiensi waktu, maka pendataan mengenai kecepatan instalasi komponen harus dimonitor.

Jika masih terdapat kesulitan dalam pemasangan maka harus diteliti ulang apakah hambatan diakibatkan oleh sistem atau oleh peralatan. Yang tak kalah pentingnya adalah masalah perbaikan komponen yang telah terpasang.

Apakah sistem telah menyiapkan cara perbaikan di tempat (tanpa harus menurunkan unit komponen beton pracetak) atau setiap terjadi kerusakan maka satu unit komponen harus diturunkan dan diperbaiki, dikerek ke bawah dan dikerek lagi ke atas, dikembalikan pada posisinya.

Jika demikian maka akan terjadi kesulitan bilamana pekerjaan telah diserahkan kepada pemilik proyek (owner), karena pemilik proyek (owner) harus memiliki peralatan khusus serta tenaga kerja untuk melaksanakan perbaikan tersebut.

Peran dari produsen adalah memproduksi komponen precast beton dan mengirimkannya ke lokasi proyek, sedangkan peran instalator adalah mengatur penyusunan komponen sesuai permintaan, termasuk penyiapan peralatan instalasi sampai dengan pemasangan komponen pada tempatnya.

Bosspanel merupakan perusahaan manufaktur bidang Housing & Building Contractor  One Stop Solution yang sudah dipercaya sebagai produsen sandwich panel yang berkualitas, efisien, sistem aplikasi mudah, cepat, dan hemat serta dalam pembuatan bangunan prefabrikasi.

Koordinasi dari keempat pihak tersebut harus selalu terjadi karena jika terjadi’keterlambatan dari salah satu pihak maka hal itu akan mengakibatkan terjadinya keterlambatan dalam penyelesaian proyek.

Koordinasi dari berbagai pihak yang terlibat dalam perencanaan, produksi, penyatuan dan pelaksanaan teknologi precast beton menjadi bagian terpenting untuk mendapatkan seluruh manfaat yang ada pada teknologi ini.

Mengapa Memilih Bosspanel?

Bosspanel merupakan solusi terbaik untuk panel dinding bangunan anda, dibuat secara pabrikasi dengan sistem kami sendiri sehingga kualitas tetap terjaga dan cepat dalam proses pemasangannya.

Isi Nama, Email, dan No. HP Aktif Anda dan kami pastikan Anda akan Chat langsung ke marketing kami dengan pelayanan terbaik.