Antisipasi gempa terutama terhadap bangunan menjadi perhatian utama pakar kegempaan dan pakar struktur dunia. Bangunan tahan gempa dengan aplikasi panel beton sudah menjadi keharusan bahkan tren sentral safety building.

Gempa merupakan peristiwa alam yang tidak dapat diduga dan dihindarkan. Bisa terjadi kapan saja dan dimana saja. Secara teknis hingga saat ini belum ada teknologi yang mampu meramalkan kapan terjadinya gempa dan berapa magnitudonya, bahkan negara berteknologi maju seperti Jepang dan Amerika.  

Berada di kawasan cincin gunung berapi, membuat Indonesia menjadi negara yang rawan gempa. Gempa menimbulkan dampak yang sangat fatal bagi infrastruktur Tanah Air. Hal ini menjadi pembelajaran untuk kita warga Indonesia, bahwa bangunan tahan gempa harus mulai diterapkan pada seluruh bangunan rumah tinggal maupun fasilitas umum.

Dengan demikian upaya yang harus tetap dilakukan adalah dengan selalu mengupdate informasi peta seismic dan mengaplikasikannya dalam standar bangunan tahan gempa, meng-upgrade teknologi bahan seperti penggunaan panel beton hingga memenuhi standar kualitas terbaru bangunan tahan gempa, serta terus mensosialisasikan tindakan dini bila terjadi gempa kepada seluruh lapisan masyarakat.

Berikut ini beberapa hal detail konstruksi penting yang perlu dipertimbangkan agar bangunan dapat diandalkan saat gempa bumi :

# Lokasi Jalur Gempa

Saat merencanakan bangunan, harus diketahui lokasinya dan melihat peta hazard seismik untuk memperoleh data berapa percepatan yang harus diperhitungkan dalam desain. Berdasarkan SNI Gempa 2012, nilai PGA yang harus diperhitungkan minimum 1 hingga 1,2 G. Nilai PGA tersebut masih merupakan nilai percepatan di batuan dasar, dan nilai itu akan teramplifikasi saat sampai di permukaan tanah, dan kemudian diperhitungkan saat mencapai konstruksi bangunan panel beton.

# Jenis Tanah

Hal lain yang harus diperhitungkan saat mendesain bangunan diantaranya jenis tanah. Di lokasi bangunan yang akan berdiri, menurutnya, harus dilakukan penyelidikan tanah yang komprehensif untuk mengetahui karakteristik tanah, termasuk menentukan apakah tanahnya lunak, sedang, atau keras. Jenis tanah ini nanti mempengaruhi bahaya gempa yang harus diperhitungkan dalam perencanaan struktur bangunan panel beton. Tanah lunak bisa memperbesar guncangan gempa.

# Rancangan Desain Bangunan

Bagi Indonesia yang kerap diguncang gempa diperlukan upgrade dan penyesuaian ketahanan bangunan terhadap gempa terutama mengenai penggunaan tulangan dan detailing.

Konsekuensi di daerah rawan gempa, maka ukuran kolom jadi besar, begitu juga baloknya. Kebutuhan tulangan pada balok dan kolom juga meningkat karena harus mampu menahan beban akibat goncangan gempa. Pondasi bangunan juga ada yang harus diantisipasi selain tahan gempa yaitu likuifaksi. Tanah berubah menjadi seperti bubur, tiba-tiba kehilangan daya dukungnya.

Pendekatan desain tahan gempa di Indonesia tidak perlu merancang bangunan tahan gempa secara elastis atau tidak boleh rusak sama sekali sebab ukuran elemen bangunan harus dibuat besar. Peraturan mengizinkan untuk mendesain bangunan secara inelastis yang berakibat bangunan akan rusak ketika gempa kuat. Walau boleh rusak, bangunan tidak boleh runtuh. Prinsip utamanya harus bisa melindungi jiwa manusia yang ada di dalam dan sekitar bangunan,

Isi Nama, Email, dan No. HP Aktif Anda dan kami pastikan Anda akan Chat langsung ke marketing kami dengan pelayanan terbaik.