Jasa Kontraktor Proyek- Estimasi biaya pada proyek konstruksi dipengaruhi dari beberapa aspek, diantaranya dilihat dari segi bahan, cara pengerjaan, jumlah tenaga kerja, waktu pelaksanaan (penjadwalan) dan lain-lain.

Perkiraan/estimasi oleh jasa kontraktor proyek memegang peranan penting dalam penyelenggaraan proyek konstruksi. Pada taraf pertama dipergunakan untuk mengetahui berapa besar biaya yang diperlukan untuk membangun proyek. Selanjutnya perkiraan biaya memiliki fungsi dengan spektrum yang amat luas yaitu merencanakan dan mengendalikan sumber daya seperti material, tenaga kerja, pelayanan maupun waktu.

Meskipun kegunaannya sama, namun penekanannya berbeda untuk masing-masing organisasi peserta proyek.

Bagi pemilik, angka yang menunjukkan jumlah perkiraan biaya akan menjadi salah satu patokan untuk menentukan kelayakan investasi. Bagi jasa kontraktor, keuntungan finansial yang akan diperoleh tergantung pada seberapa jauh kecakapan membuat perkiraan biaya. Sedangkan bagi konsultan, angka tersebut diajukan kepada pemilik sebagai usulan jumlah biaya terbaik untuk berbagai kegunaan sesuai perkembangan proyek

Estimasi biaya merupakan penentuan dari kemungkinan biaya konstruksi dari suatu proyek. Banyaknya jenis pekerjaan mempunyai pengaruh dan konstribusi untuk suatu proyek, setiap pekerjaan harus dianalisis oleh jasa kontraktor, dihitung dan ditetapkan harganya. Karena estimasi disiapkan sebelum pelaksanaan proyek konstruksi, sehingga diperlukan adanya proses penelitian dilapangan.

Estimasi biaya konstruksi mempunyai peranan penting dalam suatu tender. Agar jasa kontraktor dapat bertahan dalam bisnis konstruksi, maka seorang kontraktor harus mempunyai klasifikasi penawaran terendah dalam suatu proyek, dimana keuntungan batasnnya disetujui dengan tetap mengutamakan kualitas yang sesuai.

‪Kualitas suatu estimasi biaya proyek tergantung pada tersedianya data dan informasi, teknik atau metode yang digunakan serta kecakapan dan pengalaman estimator. Tersedianya data dan informasi memegang peranan penting dalam hal kualitas biaya proyek yang dihasilkan.

Sebelum memulai estimasi biaya, harus terlebih dahulu diketahui untuk siapa estimasi biaya dibuat dan kapan saatnya.

Secara umum ada 4 jenis estimasi biaya, yaitu :

  • Estimasi kasar untuk pemilik
    Estimasi ini dibutuhkan oleh pemilik untuk memutuskan apakah akan meneruskan ide membangun proyek atau menggagalkannya. Estimasi ini masih global sekali dan biasanya pemilik dibantu oleh konsultan yang melaksanakan studi kelayakan untuk mendapatkannya.
  • Estimasi pendahuluan oleh konsultan perencana
    Estimasi pendahuluan dibuat setelah gambar desain dan rencana kerja dan syarat-syarat selesai dibuat.Estimasi ini lebih teliti daripada estimasi kasar.
  • Estimasi detail oleh kontraktor
    Estimasi detail dibuat oleh kontraktor dengan melihat bestek dan gambar bestek yang disusun oleh konsultan. Estimasi ini lebih terinci karena telah memperhitungkan segala kemungkinan seperti keadaan proyek, metode pelaksanaan dan lokasi material. Estimasi detail dibuat oleh kontraktor dalam bentuk penawaran saat pelelangan pekerjaan dan menjadi harga tetap (fixrd price) kontrak setelah ditunjuk menjadi pemenang dan surat perjanjian ditandatangani.
  • Biaya sesungguhnya setelah proyek selesai
    Bagi pemilik harga tetap tersebut tidak berubah lagi, kecuali dalam pelaksanaannya proyek mengalami pekerjaan tambah-kurang. Sedangkan bagi kontraktor harga tersebut adalah penerimaan yang pasti, sedangkan biaya sesungguhnya (real cost) adalah semua pengeluaran yang dibutuhkan untuk menyesuaikan proyek tersebut. Selisih dari penerimaan dan biaya sesungguhnya merupakan keuntungan bagi kontraktor.

Adapun langkah-langkah dalam menghitung rencana anggaran dan estimasi biaya suatu proyek konstruksi adalah sebagai berikut :

  1. Mengamati dan mempelajari gambar rencana / bestek
    Seorang estimator harus bisa memahami dan membaca gambar perencanaan agar nantinya bisa menghitung volume masing-masing pekerjaan.
  2. Rencana Kerja dan Syarat (RKS)
    Rencana kerja dan syarat disini diperlukan untuk mengetahui jenis dan spesifikasibahan yang ditentukan serta syarat-syarat teknis yang harus dipenuhi.
  3. Analisa Harga Satuan Kegiatan
    Harga satuan kegiatan adalah harga suatu kegiatan per satuan waktu atau volume tertentu yang didapatkan dari spesifikasi penggunaan sumberdaya tenaga kerja, bahan dan peralatan.Dari daftar analisa harga satuan ini diperoleh harga bahan/material dan upah tenaga kerja serta koefisien dari masing-masing pekerjaan. Daftar analisa harga satuan yang digunakan pada pekerjaan ini adalah harga satuan berdasarkan analisa dari pemerintah setempat dimana proyek tersebut dilaksanakan
  4. Menghitung Volume Pekerjaan
    Volume suatu pekerjaan ialah menghitung jumlah banyaknya volume pekerjaan dalam satuan volume. Setiap jenis pekerjaan mempunyai satuan volume yang berbeda tergantung analisa masing-masing pekerjaan. Metode untuk membuat perkiraan biaya proyek dengan menentukan volume pekerjaan adalah membuat perkiraan biaya dengan mengukur volume komponen-komponen proyek melalui gambar rencana dan spesifikasi kerja.
  5. Menghitung Biaya Pekerjaan
    Setelah volume pekerjaan diketahui dan harga satuan satuan bahan/material maupun peralatan yang dimaksud didapat, selanjutnya menghitung rencana anggaran biaya setiap item pekerjaan dengan persamaan (2.1).Rencana anggaran biaya ini digunakan sebagai acuan bagi pemilik pekerjaan, kontraktor maupun pengawas dalam melaksanakan pekerjaan dilapangan.

Dalam rencana anggaran  dan estimasi biaya terdapat dua komponen yang dibutuhkan untuk memulai perhitungan, yaitu komponen biaya langsung (direct cost) seperti kebutuhan pembayaran gaji, pembelian material, alat yang akan digunakan dan biaya tidak langsung (indirect cost) seperti overhead, profit dan tax.

Biaya Langsung (Direct Cost)
Direct Cost adalah biaya yang mudah ditelusuri ke cost object. Bila cost object-nya suatu produk, sebagai contoh adalah meja tulis, maka kayu merupakan direct cost terhadap cost object meja tulis karena kayu dengan mudah dapat ditelusuri pemakaiannya ke meja. Dengan kata lain dapat dengan mudah dihitung berapa kebutuhan meja akan kayu. Pembebanan direct cost ke cost object disebut tracing.

Komponen biaya langsung terdiri dari:

a. Biaya bahan / material
Merupakan harga bahan atau material yang digunakan untuk proses pelaksanaan konstruksi, yang sudah memasukkan biaya angkutan, biaya loading dan unloading. Biaya pengepakkan, penyimpanan sementara di gudang, pemeriksaaan kualitas dan asuransi.

b. Upah tenaga kerja
Adalah biaya yang dibayarkan kepada tenaga kerja atau buruh dalam menyelesaikan suatu jenis pekerjaan sesuai dengan keterampilan dan keahliannya masing-masing.

c. Biaya peralatan
Merupakan biaya yang diperlukan untuk kegiatan sewa, pengangkutan, pemasangan alat, memindahkan, membongkar dan biaya operasi.Juga dapat dimasukkan upah operator mesin dan pembantunya.

Biaya Tak Langsung (Indirect Cost)
Indirect Cost adalah biaya yang tidak mudah ditelusuri ke cost object sekalipun dapat ditelusuri tapi dengan cara yang tidak ekonomis. Bila cost object-nya adalah meja, maka biaya listrik yang dipakai untuk penerangan merupakan indirect cost terhadap cost object meja karena berapa penerangan yang diserap oleh meja sulitlah untuk diukur. Pembebanan indirect costke cost object disebut allocation.

‪Komponen biaya tak langsung terdiri dari :

a. Over head umum
Over head umum biasanya tidak dapat segera dimasukkan ke suatu jenis pekerjaan dalam proyek itu, misalnya sewa kantor, peralatan kantor dan alat tulis menulis, air, listrik, telepon, asuransi, pajak, bunga uang, biaya-biaya notaris, biaya perjalanan dan pembelian berbagai macam barang-barang kecil.

b. Over head proyek
Over head proyek adalah biaya yang dapat dibebankan kepada proyek tetapi tidak dapat dibebankan kepada biaya bahan-bahan, upah tenaga kerja atau biaya alat-alat seperti misalnya asuransi, telepon yang dipasang diproyek, pembelian tambahan dokumen kontrak pekerjaan,pengukuran (survey), surat-surat ijin dan lain sebagainya. Jumlah overhead berkisar antara 12% sampai 30%.

c. Profit
Profit merupakan keuntungan yang didapat oleh pelaksana kegiatan proyek (kontraktor) sebagai nilai imbal jasa dalam proses pengadaan proyek yang sudah dikerjakan. Secara umum keuntungan yang diset oleh kontraktor dalam penawarannya berkisar antara 10% sampai 12%.

d. Pajak
Pajak disini merupakan berbagai macam pajakseperti PPn, PPh dan pajak lainnya yang dikenakan atas hasil operasi perusahaan

Daftar Software Estimasi Proyek Konstruksi yang akan membantu Anda menyiapkan perkiraan yang tepat

Keseluruhan Terbaik: ProEst
Paling Mudah Digunakan: EasyEst
Nilai Terbaik: Contractor Foreman
Cocok untuk Kontraktor Kecil: Projul
Customer Support : CoConstruct
Terbaik untuk Bisnis Besar: Sage Estimating
Berbasis Cloud Terbaik: Buildertrend

PT. Prayoga Mandiri Sukses, merupakan perusahaan manufaktur bidang Housing & Building Contractor yang sudah banyak membangun perumahan dan gedung di seluruh Indonesia.  Kami melayani One Stop Solution jasa kontraktor dalam pembuatan bangunan prefabrikasi mudah, cepat, dan hemat.

Isi Nama, Email, dan No. HP Aktif Anda dan kami pastikan Anda akan Chat langsung ke marketing kami dengan pelayanan terbaik.