Beton precast alternatif konstruksi untuk kolom_Pekerjaan Kolom merupakan salah satu bagian dari konstruksi yang membutuhkan waktu lama dalam proses pembuatannya. Banyak perusahaan kontraktor yang ada saat ini masih menggunakan cara konvensional yaitu dengan cara pengecoran di tempat. Cara konvensional tersebut membutuhkan waktu yang lama dan biaya yang tidak efisien karena masih menggunakan tulangan biasa,beton, dan bekisting dari kayu. Sehingga metode beton precast menjadi alternatif konstruksi untuk kolom. Metode Precast dalam pelaksanaan nya memiliki kelebihan yaitu waktu pekerjaan yang lebih cepat, terstandar, dan efisien.
Pada dasarnya konstruksi dengan sistem beton precast merupakan sebuah struktur dimana semua elemen utamanya dibuat di pabrik, kemudian akan dirakit terlebih dahulu di lokasi konstruksi, sehingga bukan merupakan sebuah kesatuan yang monolit. Perencana harus benar-benar mendesain agar elemen tersebut menjadi satu kesatuan yang utuh dan mampu menahan semua beban. Sehingga analisa terhadap sambungan dan tumpuannya perlu kita lakukan.
Metode Sambungan Beton Precast
Metode yang digunakan dalam usaha menyatukan komponen-komponen beton pracetak dibedakan menjadi dua. yang pertama, dengan menggunakan sambungan kering. Sedangkan yang kedua adalah dengan sambungan basah.
Metode sambungan kering adalah metode penyambungan komponen beton pracetak di mana sambungan tersebut dapat segera berfungsi secara efektif. Yang termasuk dalam metode ini adalah alat sambung berupa las dan baut.
Sambungan basah adalah metode penyambungan komponen beton pracetak di mana sambungan tersebut baru dapat berfungsi secara efektif setelah beberapa waktu tertentu. Yang termasuk dalam jenis ini adalah sambungan in-situ concrete joints. Masing-masing metode tersebut di atas mempunyai kelebihan dan kekurangan, sehingga pemanfaatannya disesuaikan dengan kondisi yang ada.
Dengan bertambah panjangnya kolom maka akan bertambah pula beratnya. Jika ini terjadi maka tentu diperlukan peralatan dengan kapasitas angkat yang lebih besar (belum tentu peralatan tersebut tersedia). Dengan demikian dimensi ukuran komponen beton pracetak tergantung dari peralatan yang tersedia di daerah di mana lokasi proyek tersebut berada.
Pemilihan metode penyambungan dipengaruhi oleh beberapa hal, antara lain:
- Sistem Struktur
Rangka bangunan yang terbentuk oleh kolom tanpa ada sambungan di sepanjang kolom biasanya dengan ketinggian tidak lebih dari 30 meter. Hal ini disebabkan karena berat sendiri komponen tersebut. - Metode Erection
Dalam penyatuan komponen-komponen beton pracetak dikenal dua metode erection, yaitu metode vertikal dan metode horizontal. Metode vertikal adalah penyatuan komponen beton pracetak pada arah vertikal ke atas sehingga sambungan-sambungan yang dilaksanakan harus segera berfungsi secara efektif karena akan segera menerima dan menyalurkan beban yang dipikul.
Berbeda dengan metode horizontal, cara ini memberikan kelonggaran waktu sebelum sambungan tersebut menerima beban. Dengan demikian pemilihan alat sambung sangat dipengaruhi oleh metode erection yang digunakan.
Sebuah sambungan diharapkan dapat menyalurkan beban-beban yang bekerja dengan sempurna. Hal tersebut dapat dicapai apabila sambungan tersebut bersifat kaku (rigid).
Berikut ini beberapa hal yang harus diperhatikan dalam penyambungan dan tumpuan beton precast yaitu :
- Gaya-gaya boleh disalurkan antara komponen-komponen struktur dengan menggunakan sambungan grouting, kunci geser, sambungan mekanis, sambungan baja tulangan, pelapisan dengan beton bertulang cor ditempat, atau kombinasi dari cara-cara tersebut.
- Tumpuan untuk komponen lantai dan atap pracetak di atas perletakan sederhana harus memenuhi ketentuan berikut :
- Tegangan tumpu izin di permukaan kontak antara komponen yang didukung dan mendukung antara elemen pendukung tidak boleh melebihi kekuatan tumpu untuk masing-masing permukaan dan elemen pendukung.
- Penyataan diatas maka perlulah dilakukan analisa bahwa kemampuan strukturnya tidak berkurang, maka persyaratan minimum berikut harus dipenuhi :
- Setiap komponen struktur dan system pendukungnya harus mempunyai dimensi rencana yang dipilih sedemikian hingga, setelah peninjauan toleransi, jarak dan tepi tumpuan ke ujung komponen struktur pracetak dalam arah bentang sedikitnya 1/180 kali bentang bersih , tetapi tidak boleh kurang dari :
- 50 mm untuk pelat masif atau rongga
- 75 mm untuk balok
- Pelat landasan di tepi yang tidak ditumpulkan harus mempunyai celah sedikitnya 15 mm dari permukaan, atau sedikitnya sama dengan dimensi penumpukan pada tepi yang ditumpulkan.
- Untuk tulangan momen lentur positif pada komponen struktur pracetak statis tertentu, sedikitnya sepertiga dari tulangan tersebut harus dipanjangkan sampai ke tengah panjang landasan.
